PRODUKSI

Friday, October 10, 2008

BAB I

PENDAHULUAN

Produksi merupakan salah satu kegiatan ekonomi dalam masyarakat atau suatu negara yang dihitung dalam waktu tertentu. Dimana kegiatan produksi tergantung pada kebutuhan dan kebiasaan perhitungan produksi dan pendapatan suatu negara. Dalam aspek ekonomi, kegiatan produksi selalu di dorong oleh motif ekonomi dan prinsip ekonomi agar keseluruhan kegiatan itu tidak percuma, ada sasarannya, tujuan serta harapannya, sehingga dapat menghasilkan sesuatu barang dan jasa secara optimal. Secara garis besar, produksi adalah kegiatan yang berkenaan dengan usaha meningkatkan nilai guna suatu barang dan jasa langkah pertama kegiatan produksi itu adalah menghimpun faktor produksi yang berasal dari masyarakat melalui kegiatan distribusi setelah terhimpun maka produksi itu diolah dan dikelola menjadi hasil produksi. Dalam Islam dijelaskan oleh Allah swt tentang hikmat-hikmat yang Allah swt berikan berupa kebutuhan kepada manusia .


BAB II

PEMBAHASAN

PRODUKSI

A. Pengertian Produksi

Produksi adalah kegiatan menghasilkan atau menambah nilai guna barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Produksi dapat dilakukan secara perseorangan (individu) maupun berkelompok. Orang atau pihak yang menghasilkan barang disebut produsen. Hasil produksi berupa barang atau jasa.

Dalam ekonomi, produksi diartikan sebagai suatu kegiatan dari berbagai lapangan usaha yang dilakukan oleh suatu masyarakat.

Kegiatan produksi dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu:

a. Menurut lapangan usahannya

1) Produksi sektor primer

2) Produksi sektor sekunder

3) Produksi sektor tersier

b. Menurut kepemilikannya

1) Produksi sektor publik

2) Produksi sektor swasta

c. Menurut tujuannya

1) Produksi sektor konsumsi

2) Ptoduksi sektor investasi

B. Faktor-faktor Produksi

a. Faktor produksi alam

Faktor produksi alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam yang dapat dimanfaatkan sebagai alat pemuas kebutuhan.

Ciri-cirinya:

1) Tersebar tidak merata diberbagai tempat

2) Jumlah terbatas

3) Ada yang dapat di perbaharui dan ada yang tidak dapat diperbaharui

Macam-macam faktor produksi alam

v Faktor produksi alam yang tidak dapat di perbaharui

v Faktor produksi alam yang dapat di perbaharui

v Sumber daya produksi alam berupa sumber energi

b. Faktor produksi tenaga kerja

Faktor produksi tenaga kerja memegang perencanaan, sehingga harus selalu ditingkat kemampuan atau keahliannya baik melalui pendidikan formal maupun non formal.

c. Faktor produksi modal

Modal adalah barang yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan produksi

d. Faktor produksi kewirausahaan

C. Biaya Produksi

Biaya produksi bisa dikelompokkan menjadi

a. Biaya tetap

Misalnya: Tanah, mesih, kendaraan, alat kantor, gaji, sewa, asuransi dan penyusutan.

b. Biaya Variabel

Misalnya: biaya untuk bahan mentah, tenaga kerja, bahan bakar.

D. Tujuan Produksi

Secara umum, produksi mempunyai tujuan sebagai berikut:

1) Menghasilkan barang dan jasa

2) Memenuhi kebutuhan

3) Mendapatkan keuntungan

4) Mampu meningkatn pendapatan masyarakat

E. Ayat Al-Qur;an yang Menjelaskan Tentang Produksi

Seorang pakar ekonomi akan menemukan banyak hadis dalam sunnah yang menyinggung anjuran untuk menganekaragamkan hasil produksi. Berikut ini adalah hadis-hadis mengenai bidang-bidang hasil produksi tertentu:

1. Bidang pertanian “Barangsiapa di antara orang Islam yang bercorak tanam atau menanam suatu tanaman, lalu buah tanamannya itu dimakan burung, orang, atau hewan, maka hal itu akan menjadi sedekah bagi orang yang menanamnya”.

2. Bidang keterampilan dan profesionalisme: “Tak ada seorang pun yang lebih baik ketimbang seseorang yang memakan makanan dari hasil pekerjaannya sendiri. Sesungguhnya nabi Allah Daud makan dari hasil pekerjaannya sendiri”.

3. Demi seorang di antara kalian mengambil tali kemudian mengikat kayu-kayu itu, lalu memebawa di atas pungguhnya, lalu menjualnya – kemudian Allah memelihara orang tersebut dengan perbuatannya – itu lebih baik daripada dia meminta-minta pada orang lain. Baik orang lain itu memberinya atau tidak.

Begitu juga, yang penting bukan harus memproduksi segala barang yang bisa dijual di pasaran, termasuk barang yang bisa mengancam kehidupan dunia dan agama seseorang, tetapi yang harus diperhatikan ialah memproduksi segala kebutuhan yang bermanfaat bagi orang lain, bukan yang membahayakan mereka. Oleh karena itu, dalam masyarakat Muslim dilarang memproduksi apa saja yang memabukkan dan membahayakan. Atau sesuatu yang bisa mencemari lingkungan dan membahayakan kehidupan dan kesehatan orang lain.

Dalam hal ini sunnah juga menegaskan supaya seseorang bisa memanfaatkan apa saja yang bermanfaat, meskipun termasuk sesuatu yang biasanya dipandang menjijikan oleh orang lain. Untuk itu Nabi saw merasa tidak senang terhadap para sahabat yang membiarkan kambingnya mati tanpa dimanfaatkan kulit dan bulu-bulunya. Kepada mereka beliau bertanya: “Mengapa kalian tidak mengambil kulit dan bulunya untuk dimanfaatkan? Mereka menjawab: “Kambing itu telah mati wahai Rasulullah. Kemudian Nabi bersabda: “Kambing itu hanya haram untuk dimakan”.

Surah an-Nahl ayat 80-81

Artinya:

Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu) @ .Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang Telah dia ciptakan, dan dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan dia jadikan bagimu Pakaian yang memeliharamu dari panas dan Pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).”(QS. An-Nahl: 80-81).

Kemudian dalam an-Nahl (80) ini Allah SWT menjelaskan nikmat-nikmat yang dianugerahkan-Nya kepada manusia untuk dijadikan tanda ke Esaan-Nya.

Allah menganugrahkan rumah bagi manusia. Rumah-rumah itu tidak hanya tempat tinggal atau berlindung dari hujan dan panas, tetapi juga rumah itu menciptakan suasana aman damai dan tenteram serta menumbuhkan kasih sayang dan rasa ksetiaan di antara penghuninya. Dari rumah tangga yang baik, lahir manusia yang baik. Agama Islam menentapkan aturan untuk menjamin kehormatan rumah tempat diam. Di larang seorang manusia masuk kerumah orang lain, sebelum memberi salam kepadanya atau minta izin dari penghuninya, meskipun dia petugas negara tanpa alasan yang dibenarkan. Tidak dibenarkan seseorang memeriksa rumah orang lain dengan alasan apapun, tidak boleh mengintai-intai penghuninya sehingga menimbulkan kurang aman bagi keluarga rumah itu.

Sedangkan dalam an-Nahl (81) Allah SWT menyebutkan lagi nikmat karunia-Nya sebagaimana nikmat yang lalu disebutkan, yang memberikan rasa aman, damai dan tentram. Kepada bangsa yang sudah menetap atau maju, Allah memberikan karunia tempat berteduh seperti rumah, hotel-hotel, gedung umumnya yang disebut dari kayu besi, batu dan lain-lain, yang diciptakan Tuhan.

Allah menyediakan bahan (material) dari gunung seperti batu dan pasir untuk membangun gedung atau benteng. Atau perlindungan tempat tinggal dalam gunung. Kesemuanya menimbulkan rasa aman dan tenang pada jiwa penghuninya.

Allah SWT menyediakan bagi mereka pakaian dari bulu domba atau dari kapas dan katun yang memelihara mereka dari panas dan dingin, dan pakaian dari besi yang memelihara mereka dalam berperang.

Demikian nikmat yang dianugrahkan Allah kepada kepada manusia, maka seperti itu pulalah. Dia akan menyempurnakan nikmat-nikmat duniawi dan agama kepada kaum muslimin yakni dengan memberikan kekuasaan dan kerajaan kepada mereka, dan menetapkan kemaslahatan bagi umat manusia.

Maka hendaknya mereka menyadari segala kenikmatan yang besar dari Allah itu dan mengikuti pula kewajiban terhadap pemberi nikmat itu, untuk kemudian beriman kepada-Nya SWT sendiri, serta meninggalkan sembahan-sembahan selain dari pada-Nya, dan melakukan ini shaleh.

F. Dampak Kegiatan Produksi

Dampak kegiatan produksi dapat dibagi menjadi 2: Yaitu dampak yang bersifat baik (positif) dan dampak yang bersifat buruk (negatif).

Untuk mengurangi dampak negatif yang ditumbulkan dari kegiatan produksi maka dalam membangun pabrik perlu dibuat perencanaan yang matang agar industri yang didirikan merupakan industri yang ramah lingkungan.


BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Produksi merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang terjadi pada setiap lapisan masyarakat. Yang mana produksi tersebut adalah suatu kegiatan yang menghasilkan atau menambah nilai guna barang atau jasa yang mana bertujuan sebagai memenuhi kebutuhan mansuia itu sendiri. Di dalam produski dikenal berbagai macam istilah yaitu:

a. Faktor-faktor produksi

1) Alam

2) Tenaga kerja

3) Modal

4) kewirausahaan

b. biaya produksi

1) biaya tetap

2) biaya variabel

Tujuan dari produksi tersebut salah satunya untuk memenuhi kebutuhan manusia dan menghasilkan barang dan jasa. Untuk itu sebelum mencapai tujuan yang diharap perlu di rencanakan dulu cara pengelolaan faktor produksi tersebut.

Dalam Islam, kita diwajibkan untuk bersyukur atas nikmat yang di anugerahkan-Nya dengan tidak berbuat semena-mena dan perlu ditanamkan sifat tanggung jawab.


DAFTAR PUSTAKA

Ali. Yadie, Fiqih Sosial, Bandung, Penerbit Mizan: 1994.

Al-Qardlawi, Yusuf, Fiqih Peradaban, Surarabaya, Dunia Ilmu: 1997.

HAMKA, Tafsir Al-Azhar, Jakarta, Pustaka Panjimas: 1988

Soparto, Ekonomi, Jakarta, Permata: 2006

0 comments: